Limbah Pertanian sebagai Pakan Ternak Domba
Oleh : Ir. Adi Rakhman, M. Si.
Widyaiswara Ahli Pertama
Peternakan merupakan suatu usaha yang memanfaatkan hewan
ternak untuk menghasilkan/berproduksi susu, daging, dan telur sebagai hasil
utama. Hasil utama ternak domba adalah daging. Pada beberapa bangsa domba, ada
yang menghasilkan susu sebagai hasil utama, seperti Domba Awassi. Ternak harus
dalam kondisi sehat agar dapat berproduksi dengan optimal.
Faktor
yang mendukung produktivitas ternak domba adalah genetik, pakan, dan manajemen
tata laksana. Bangsa domba yang dipelihara/diusahakan harus sesuai dengan
tujuan pemeliharaan (daging atau susu). Pakan yang digunakan harus tepat
kualitas dan kuantitasnya. Manajemen tata laksana yang meliputi biosecurity, waktu pemberian pakan, perkandangan,
panen, pascapanen, analisis usaha harus tepat.
Pakan yang digunakan harus
tepat sumbernya, kualitasnya, dan kuantitasnya sehingga menghasilkan harga yang
optimal. Pakan dengan harga yang terjangkau akan menghasilkan produk hasil
ternak dengan harga yang optimal dan terjangkau. Limbah tanaman pangan dapat
digunakan sebagai pakan ternak.
Berdasarkan Dwiyana dkk
(2021), penggunaan ampas kelapa dalam konsentrat menurunkan konsumsi
(konsentrat, bahan kering, serat kasar dan protein kasar konsentrat). Pemberian
3,55% ampas kelapa, masih memberikan hasil yang baik pada produksi susu kambing
Nubian pada P0, P1, P2 secara berurutan yaitu 1415,24 ml/ekor/hari, 1325,24
ml/ekor/hari dan 1127,86 ml/ekor/hari.
Penggunaan ampas tempe
sampai taraf 30% dari total ransum tidak menurunkan performa domba lokal jantan
dan ransum yang mengandung ampas tempe 30% dari total ransum mempunyai feed cost per gain paling rendah (Huda,
2008). Berdasarkan penelitian Restitrisnani dan Purnomoadi (2020), yaitu,
tingkah laku makan domba yang diberi pakan 20% limbah pertanian sebagai
pengganti rumput relatif sama, namun penggantian 20% kulit kacang menghasilkan
waktu ruminasi yang paling efisien dengan PBBH tertinggi.
Berdasarkan penelitian Zullaikah
dkk (2023), pada campuran 75% pakan hasil fermentasi C4 (pakan komplit yang
terdiri dari bungkil kopra/rendeng kedelai/tepung ikan (20%), tebon dan tongkol
jagung (40%), jerami padi (10%), pollard (30%), tetes (1500 ml/100 kg), biakan
mikroba (100 ml/100kg), air (400 ml/kg)) dan 25% hijauan dapat meningkatkan berat
badan kambing rata-rata harian hingga 0,29 kg/hari.
Penggunaan
limbah pertanian maupun pengolahan hasil pertanian dapat digunakan sebagai
bahan baku pakan, dengan uji coba terlebih dahulu. Sehingga dapat dipastikan
dapat digunakan dengan optimal sebagai bahan baku pakan. Limbah pertanian dan
pengolahan hasil pertanian sangat potensial untuk digunakan sebagai bahan baku
pakan ternak.
Daftar Pustaka
Dwiyana, T., T Akbarillah, Hidayat. 2021. Pengaruh Penggunaan
Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.)
dalam Konsentrat dengan Level Berbeda terhadap Produksi Susu Kambing Nubian. Jurnal
Sain Peternakan Indonesia 16 (1) 2021 Edisi Januari-Maret.
Huda, R.N. 2008. Pengaruh Penggunaan Ampas Tempe Dalam
Ransum Terhadap Performan Domba Lokal Jantan. Skripsi. Fakultas Peternakan :
Surakarta.
Comments
Post a Comment