Posts

FAKTOR YANG MENENTUKAN PERFORMA PRODUKSI SAPI PER

Image
oleh : Ir. Adi Rakhman, M.Si. Widyaiswara Ahli Pertama Sapi perah merupakan ternak penghasil susu yang bernilai ekonomis. Susu yang dihasilkan sapi perah dapat dimanfaatkan sebagai pakan anak sapi perah dan selebihnya dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan nutrisi manusia. Susilorini dan Sawitri (2006) menyatakan bahwa secara umum komposisi susu yaitu air 87,3% (berkisar antara 85,5-88,7%), lemak susu 3,9% (berkisar antara 2,4-5,5%), bahan kering tanpa lemak / Solid Non Fat (SNF) 8,8% (berkisar antara 7,9-20,0%) yang didalamnya terdiri atas protein 3,25% (3/4 kasein, 1/4 whey protein, laktalbumin dan laktoglobulin), laktosa 4,6%, mineral 0,65% (Ca, P, Mg, K, Ma, Zn, Cl, Fe, Cu, Sulfat, bikarbonat), enzim (peroksidase, katalase, fosfatase, dan lipase), asam 0,18% (sitrat, forminat, asetat, laktat, dan oksalat), gas-gas (oksigen dan nitrogen), vitamin-vitamin (A, C, D, serta B1 dan B2). Kualitas dan kuantitas susu sapi perah dipengaruhi oleh beberapa faktor input ...

Teknik Penetasan Telur Ayam

Image
  Teknik Penetasan Telur Ayam   oleh : Adi Rakhman, M.Si Widyaiswara Ahli Pertama Pengembangbiakan unggas dilakukan dengan cara menetaskan telur yang telah dibuahi oleh ayam jantan. Penetasan pada unggas dilakukan dengan dua cara yaitu: secara alami dan buatan. Penetasan secara alami (natural incubation) dilakukan sepenuhnya oleh induk unggas yang menghasilkan telur itu sendiri. Sedangkan penetasan secara buatan (artificial incubation) dilakuan sepenuhnya menggunakan inkubator yang dikontrol oleh operator atau menggunakan kontrol otomatis. Inkubator adalah mesin yang digunakan untuk menggantikan tugas pengeraman oleh induk unggas. Inkubator memilki keunggulan dibandingkan penetasan oleh induk unggas dalam hal jumlah telur, telur yang ditetaskan lebih banyak dan waktu menetas yang relatif bersamaan (Sugiyanto, 2008). Inkubator pada awalnya sangat sederhana hanya berupa kotak yang diisi sekam dan pasir kemudian telur diletakkan didalamnya, kelemahan dari inkubator jeni...

Teknik Pembuatan Yoghurt

Image
Oleh: Ir. Adi Rakhman Widyaiswara Ahli Pertama   Yoghurt merupakan produk yang diperoleh dari fermentasi susu dan atau susu rekonstitusi dengan menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus dan atau bakteri asam laktat lain yang sesuai, dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain dan bahan tambahan pangan yang diizinkan (BSN, 2009). Yoghurt adalah salah satu produk berbahan dasar susu yang difermentasi dengan kultur bakteri Lactobacillus acidhopilus, Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus , dimana mikroorganisme dalam produk akhir harus hidup, aktif, dan berlimpah. Pada awalnya yoghurt dibuat dari susu binatang ternak seperti susu sapi atau susu kambing dengan bentuk seperti bubur atau es krim. Proses pembuatannya adalah susu difermentasi menggunakan bakteri dan di dalamnya terdapat kultur aktif bakteri tersebu. Bakteri asam laktat yang digunakan untuk membuat yoghurt mampu memproduksi asam laktat, sehingga produk yang terbe...

Manajemen Perawatan Cempe (Anak Kambing)

Image
Oleh : Ir. Adi Rakhman, M.Si. Widyaiswara Ahli Pertama Cempe merupakan anak kambing yang baru lahir dan dipelihara sampai berumur 3 bulan (Syukur dan Suharno, 2014). Anak kambing akan disapih induknya ketika produksi air susu induk telah menurun atau umur sapih 90 hari, dengan alasan anak kambing sudah cukup menerima air susu dari induknya dan telah mampu memakan pakan padat (Kusumastuti dan Susilo, 2014).             Perawatan cempe yang tepat adalah salah satu kunci dalam mengoptimalkan pertumbuhan tubuh cempe, yang tentunya berpengaruh terhadap dewasa kelamin, dewasa tubuh, produktivitas, serta kemampuan reproduksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi bobot sapih pada kambing adalah liter size (jumlah anak seinduk/kelahiran). Berdasarkan hal tersebut, pada cempe yang berasal dari induk dengan litter size yang tinggi, memerlukan nutrisi tambahan.            Tabel 1 Rataan bob...